"Tak Lagi Terbuang: Seni Memaksimalkan Waktu" | Lentera Catun
"Tak Lagi Terbuang: Seni Memaksimalkan Waktu"
Waktu adalah salah satu nikmat tersebar ya Allah berikan kepada semua manusia. Satu hari diberi waktu yang sama 24 jam. Namun sayangnya, seringkali tanpa disadari kita sering menyia-nyiakannya. Padahal, Allah mengingatkan kita dalam firmannya QS. Al-Asr (demi masa) untuk mengingatkan kita pentingnya menghargai waktu.
Islam sangat menghargai waktu. Rasulullah SAW. bersabda “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al-Hakim). Hadist ini mengingatkan kita bahwa waktu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Memanfaatkannya dengan bijak tidak hanya membuat hidup lebih produktif tetapi juga bernilai ibadah.
Teman bertumbuhku, sering kali kita terjebak dalam aktivitas yang membuang waktu, seperti scrolling media sosial tanpa tujuan, menonton video tanpa batas, atau mengobrol hal-hal yang tidak bermanfaat. Untuk menghindari hal ini, biasakan bertanya pada diri sendiri sebelum melakukan sesuatu: Apakah ini bermanfaat untuk dunia dan akhiratku? Dalam Islam, menyia-nyiakan waktu sangat tidak dianjurkan. Rasulullah SAW mengingatkan, “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi).
Sebagaimana yang kita tahu waktu bergulir begitu cepat. Jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik, maka kita akan menjadi orang yang merugi. Karena waktu tidak mungkin diputar kembali. Lalu, apakah kita ingin menjadi orang-orang yang merugi? Tentu tidak dong! Oleh karena itu, mari kita belajar memaksimalkan waktu agar waktu yang kita gunakan tidak menjadi sia-sia.
Lalu bagaimana cara memaksimalkan waktu? Berikut beberapa tips yang saya kutip dari buku "Hijrah Asyik Muslimah Milenial" yang mungkin bisa diterapkan :
1. Membuat jadwal kegiatan sehari-hari
Rasulullah SAW. adalah teladan dalam mengatur waktu dengan sangat disiplin. Beliau membagi waktunya untuk ibadah, bekerja, keluarga, istirahat. Bukankah sebagai manusia, kadang ada kalanya lupa. Adanya jadwal kegiatan akan membantu kita memiliki dan membuat kegiatan menjadi terkontrol.
2. Menentukan prioritas
Dari beberapa kegiatan yang kita miliki, pasti ada satu kegiatan yang lebih penting untuk kita selesaikan terlebih dulu, bukan? Nah untuk mengatur kegiatan tersebut ada baiknya kita membuat skala prioritas. Kita bisa mengerjakan yang penting lebih dahulu baru melanjutkan kegiatan lain. Menentukan prioritas adalah kunci kesuksesan bagi mahasiswa. Dengan mendahulukan ibadah wajib, tugas akademik, organisasi yang relevan, serta kesehatan fisik dan mental, mahasiswa dapat mencapai kesuksesan dunia dan keberkahan akhirat. Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk tetap produktif dalam belajar, aktif dalam organisasi, bersosialisasi dengan bijak, dan tetap taat dalam beribadah. Dengan demikian, waktu yang dimiliki tidak terbuang sia-sia dan dapat menjadi investasi pahala di akhirat kelak.
3. Selalu tepat waktu
Tepat waktu adalah salah satu kunci kesuksesan dan tanda kedisiplinan. Dalam Islam, tepat waktu merupakan akhlak yang mulia dan mencerminkan amanah dalam menggunakan karunia waktu yang Allah berikan. Rasulullah SAW adalah teladan dalam menepati waktu, terutama dalam shalat lima waktu yang memiliki waktu tertentu dan tidak boleh ditunda.
4. Bijak menggunakan media sosial
Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal. Gunakan media sosial secukupnya 1-2 jam agar tidak mengganggu waktu belajar.
5. Hindari bekerja Multitasking
Terkadang karena mengejar target baik pekerjaan, maupun tugas kita sering kali melakukan multitasking, maksudnya dalam satu waktu. Ini bagus jika kita bisa fokus dan konsisten. Namun, bagaimana kalau malah jadi kacau. Oleh karenanya, jika kita merasa kurang mampu, lebih baik fokus pada satu kegiatan. Ketika kegiatan sudah selesai, kita bisa melanjutkan kegiatan lainnya.
Teman bertumbuhku, Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk tetap produktif dalam belajar, aktif dalam organisasi, bersosialisasi dengan bijak, dan tetap taat dalam beribadah. Dengan demikian, waktu yang dimiliki tidak terbuang sia-sia dan dapat menjadi investasi pahala di akhirat kelak. Yuk mulai saat ini maksimalkan waktu dengan baik✨.
Komentar
Posting Komentar