"Jadilah Nomor Satu" | Lentera Catun


"Jadilah Nomor Satu"

Pernahkah kita merasa sedih karena tidak mendapat peringkat pertama disekolah? Pernahkah kita merasa kecewa ketika mengikuti lomba namun gagal menjadi juara pertama? Kalau pernah wajar, kok. Artinya kita memiliki jiwa kompetisi. Dan perasaan itu tidak salah. Yang terpenting ketika kita kalah, kita tidak sedih berlarut-larut, kita harus berani melawan kekalahan itu, bukan dengan rasa amarah. Kita coba di kesempatan berikutnya untuk meraih juara pertama. Tentunya dengan berkompetisi secara sportif dan adil. 

Beberapa mengikuti lomba via Online informasi dari media sosial, belum pernah mendapatkan juara ^^. Sharing sedikit waktu itu saya sedang mengikuti salah satu lomba di kampus Offline, lomba ONMIPA ya setelah mengetahui pengumuman juara, nama saya tidak tercantum di poster itu. Ikhlas menerima hal tersebut. Walaupun dilain sisi juga sebenarnya kecewa, sedih, merasa tidak berguna datang sekilas menghampiri. Mungkin ini juga karena usaha saya masih belum maksimal. 

Namun, kegagalan tidak boleh dibiarkan saja bukan? Jika hanya termenung kecewa, tidak akan mengubah apa pun. Saya jadikan kegagalan ini untuk introspeksi, mulai dari cara belajar, usaha dan perjuangan, maksimalkan. Sekarang sedang mengusahakan kembali ikut lomba, namun dari berbagai macam lomba lagi-lagi saya harus menerima kekalahan. 

Tidak mengapa namanya juga masih mahasiswa baru, masih harus terus belajar, ya wajar mereka lawannya udah berpengalaman , ucapku sebagai penenang. Jadikan setiap peristiwa sebagai pembelajaran, pengalaman. Hingga akhirnya disalah satu lomba, mengedit canva saya mendapatkan juara 2 canvatar di kelas D. Bagi saya itu pencapaian awal yang bagus, walaupun juara 2 dan bukan ajang skala besar. Tapi harus tetap disyukuri bukan? 

Teman bertumbuh ku, bukankah kita harus memiliki jiwa kompetisi yang tinggi?. Kita tidak boleh merasa kalah atau rendah diri. Kita harus memiliki semangat untuk berproses menjadi lebih baik, dan jangan melupakan ilmu padi, kian berisi kian merunduk. Bukankah kita sering mendengar kata pepatah, setiap ada kemauan pasti ada jalan. Okay, mari kita sama-sama berjuang untuk meraih goals keinginan yang menjadi passion kita. Jadilah nomor satu dengan cita-cita dan harapan kita.

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita tentang indahnya berlomba dalam kebaikan. Dan saya rasa berlomba untuk menjadi yang terbaik itu termasuk bagian dari menuju pribadi lebih baik, bukan? 

"Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepada-Nya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan." (QS.Al-Baqarah : 148) 

Masihkah kita ragu? Jangan dong. Mari kita ikut bergerak untuk menjadi yang pertama, menjadi pribadi yang berproses, bertumbuh, dan bermanfaat bagi diri sendiri juga untuk orang lain. 

Lalu bagaimana agar kita menjadi yang pertama? Bukankah itu hal yang tidak mudah menjadi sang pelopor? Jangan khawatir, selagi ada niat pasti ada jalan. Yuk mari usahakan beberapa hal berikut, semoga hal ini bisa membantu kita menjadi sang juara. 

1. Menetapkan tujuan yang jelas

Semua arah gerak kita, harus memiliki tujuan dan target yang spesifik, terukur dan jelas. Tujuan yang jelas akan memberi arah dalam setiap langkah yang kita ambil. 

2. Memiliki passion

Passion merupakan gairah, dorongan dan semangat untuk melakukan sesuatu. Kenali minat dan hobi kamu, apakah passion kamu menulis, memasak atau bernyanyi? Ketika kita sudah mengetahui passion kita, kita akan enjoy saat berusaha meraihnya. 

3. Tekun dan ulet

"Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu, tetapi katakanlah. Ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuta (pintu) perbuatan setan." (HR. Muslim). 

Teman bertumbuhku, untuk menjadi juara kita harus memiliki sikap tekun dan ulet. Artinya kita tidak boleh gampang mengeluh dan putus asa. Bangkit dari kegagalan dan tetap fokus pada tujuan, meskipun menghadapi rintangan. 

4. Optimis 

"Dan janganlah kamu merasa lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang beriman." (QS. Ali - Imran: 139)

Allah selalu menyerukan kepada umat-Nya untuk tidak mudah menyerah. Kita harus selalu optimis dalam setiap laku kebaikan yang kita lakukan. Kita harus selalu yakin bahwa kita bisa dan kita akan berhasil. Bagaimana kita bisa meraih kesuksesan kalau kita selalu rendah diri dan tidak mau berusaha?

5. Bermental juara dan jangan lupa selalu berdoa

Jika ingin menjadi juara, maka sudah semestinya kita juga mempunyai mental juara. Kita harus berani melangkah, berani bersaing dan berani gagal Karena memang begitulah sebuah proses, ada jatuh bangun. Jangan harap kita akan menjadi pemenang jika kita bermental lembek, mudah takut dan mudah menyerah Kita gampang mengeluh dan menyalahkan orang lain tanpa mau berintrospeksi diri. Jika usaha maksimal sudah kita upayakan, tak lupa juga berdoa, bertawakal kepada Allah. Karena Allah tahu yang terbaik. 

Teman bertumbuhku, sudah saatnya bukan bagi kita untuk memperbaiki diri? 

Yuk kita usahakan hal baik itu bersama 🌻.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Mudik Happy Mudik Asik" | Lentera Catun

"Modal 'Gas Aja Dulu': Cerita Anak Swasta yang Nekat Satu Panggung dengan Sekolah/Univ PTN!"

"Salahkan Jika Menjauh Demi Taat ?" | Lentera Catun