Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

"Salahkan Jika Menjauh Demi Taat ?" | Lentera Catun

Gambar
Menjauh bukan berarti menghilang, Bukan pula melupakan atau mengabaikan, Hanya sekadar memberi ruang, Agar tak melanggar batas ketentuan Tuhan. Kau memilih diam, Menahan rindu dalam doa yang panjang, Menyelipkan namamu dalam bait-bait harapan, Agar kelak bertemu dalam ketaatan... Kau mengenalnya, mengaguminya, dan diam-diam namanya sering hadir dalam doa. Tapi engkau juga tahu menuruti hati tanpa kendali hanya akan menyeretmu pada rasa yang tak pasti. Maka engkau memilih menjaga jarak, bukan karena tak peduli, namun tak ingin rasa ini salah arah ke arah terumbang ambing dalam angan, terjerat fatamorgana dalam harapan, karena kau takut rasa itu semakin mengakar, menumbuhkan harapan di tempat yang salah. Padahal, engkau bisa saja menjadikan hadirmu jadi alasan bahagia. Tapi kau memilih bertahan, memilih jalan yang sunyi, karena kau sadar cinta sejati tak akan pernah meminta tergesa-gesa. Untuk saat ini, mari fokuskan memperbaiki diri, menguatkan iman yang sering rapuh agar hati tak mudah...

"Tak Lagi Terbuang: Seni Memaksimalkan Waktu" | Lentera Catun

Gambar
  "Tak Lagi Terbuang: Seni Memaksimalkan Waktu" Waktu adalah salah satu nikmat tersebar ya Allah berikan kepada semua manusia. Satu hari diberi waktu yang sama 24 jam. Namun sayangnya, seringkali tanpa disadari kita sering menyia-nyiakannya. Padahal, Allah mengingatkan kita dalam firmannya QS. Al-Asr (demi masa) untuk mengingatkan kita pentingnya menghargai waktu.  Islam sangat menghargai waktu. Rasulullah SAW. bersabda “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al-Hakim). Hadist ini mengingatkan kita bahwa waktu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Memanfaatkannya dengan bijak tidak hanya membuat hidup lebih produktif tetapi juga bernilai ibadah. Teman bertumbuhku, sering kali kita terjebak dalam aktivitas  yang membuang waktu, seperti ...

"Jadilah Nomor Satu" | Lentera Catun

Gambar
" Jadilah Nomor Satu " Pernahkah kita merasa sedih karena tidak mendapat peringkat pertama disekolah? Pernahkah kita merasa kecewa ketika mengikuti lomba namun gagal menjadi juara pertama? Kalau pernah wajar, kok. Artinya kita memiliki jiwa kompetisi. Dan perasaan itu tidak salah. Yang terpenting ketika kita kalah, kita tidak sedih berlarut-larut, kita harus berani melawan kekalahan itu, bukan dengan rasa amarah. Kita coba di kesempatan berikutnya untuk meraih juara pertama. Tentunya dengan berkompetisi secara sportif dan adil.  Beberapa mengikuti lomba via Online informasi dari media sosial, belum pernah mendapatkan juara ^^. Sharing sedikit waktu itu saya sedang mengikuti salah satu lomba di kampus Offline, lomba ONMIPA ya setelah mengetahui pengumuman juara, nama saya tidak tercantum di poster itu. Ikhlas menerima hal tersebut. Walaupun dilain sisi juga sebenarnya kecewa, sedih, merasa tidak berguna datang sekilas menghampiri. Mungkin ini juga karena usaha saya masih belum...